Pencuri Waktu

bnstax.com

Malam merambat naik. Menelan senja dalam kilau temaramnya. Aku masih disini, menunggumu kembali di sudut sunyi. Engkau yang hanya kujumpai di sisa waktu. Engkau yang selalu tergesa diburu masa. Aku yang mencoba setia pada tipu dunia.

 

Apimu menggelora, membakarku dalam aroma dosa. Menghanguskan segala simpati dan logika. Membiarkan hasrat yang menyamar menjadi cinta, meraja di setiap sudut lirikan rembulan. Biarkan bulan kelabu mengintip dari balik awan. Karena aku ingin dunia tahu bahwa aku juga ratu. Ratu di sepotong hatimu. Meski hanya berdiri di sudut beranda.

 

Aku hanyalah sepatu bagimu. Indah namun tak menetap. Langkahmu tak terhenti di aku, karena aku bukan segalamu. Engkau yang hanya mampu kupeluk diantara gelimang malam tanpa sempat menemui rona pagi. Aku adalah secangkir kopi yang tak bisa kau lupakan. Demi aroma harum yang bisa kau sesap diantara hangatnya pelukan selimut.

 

Engkau dan aku adalah pencuri. Dari jutaan waktumu yang tak kumiliki. Meski sayapku terbang menujumu namun langkah kakimu selalu berlari kepadanya. Sentuhan hangat jemariku tak mmapu membawamu menetap di sisiku. Meski telah kusinggasanakan engkau di hatiku.

 

Jarum merajam perih hatiku melihatmu menatapnya. Rintik gerimis cinta yang kau persembahkan untuknya. Apakah Ia tahu gerimis itu kau nodai? Atau Ia tahu aku selalu menunggu di sudut hatimu? Separuh dirimu adalah milikku. Karena engkau tak bisa lepas dariku.

 

Engkau yang laut, melayarkanku ke samudra kebahagian. Ketika aroma parfum bergeliat diantara nyanyian para cicak. Menodai singgasana hati dalam istanamu. Dan aku harus segera berkemas ketika fajar mengetuk tirai. Kembali menjadi sepatu sebelum pemilik hatimu kembali.

 

 

Bontang, 24 Agustus 2018

2 comments
  1. Mohon maaf sebelumnya, harap untuk menganggap kritik yang saya sampaikan sebagai motivasi untuk lebih baik lagi. adapun yg kritik yg ingin saya sampaikan adalah :
    1. Tulisan yang anda bikin terlalu berima sehingga lebih mirip puisi (mungkin faktor romantisme dan kemanjaan yg terdapat dalam diri anda sangat kuat)
    2. Alur dari narasi yang anda buat sudah sangat baik, hanya ada sedikit masalah di paragraph terakhir tulisan yg membuat segalanya langsung terejawantahkan.
    3. Tetap semangat dan berkarya, saya menunggu tulisan anda yg lain.

    1. Halo, terimakasih sudah mampir.
      Saya terima masukannya dengan senang hati. Ini memang bukan tulisan fiksi, tapi lebih ke puisi,karena itu bahasanya memang berbeda dengan tulisan fiksi. terima kasih banyak atas masukannya, ya. Semoga nggak kapok berkunjung ke sini lagi.

      Salam,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Bisque

Aku menatap gadis di hadapanku. Tangannya sibuk dengan garpu, berusaha menggulung spaghetti. Saus bolognaise sedikit menciprat di baju.…
Read More

A MEMORY TO REMEMBER

Jantungku berdegup melihat sosok yang berdiri di hadapan. Titan, siswa kelas X-C. Kaos olahraganya basah karena keringat. Dia…
Read More

Hati Yang Lain

  Gerimis masih turun, bahkan awan gelap yang menggantung seolah menandakan masih lama hujan akan reda. Seorang lelaki…
Read More

Organik

Wanita itu memarkir mobil tak jauh dari supermarket. Dari posisinya, ia bisa leluasa mengawasi pengunjung yang keluar masuk.…
Read More

Seroja

Bias pelangi di tengah badai. Menuliskan nama yang terlupa. Menghembus di antara ranting patah, menyisipkan cerita sekilas ada.…