Seroja

pxhere.com

Bias pelangi di tengah badai. Menuliskan nama yang terlupa. Menghembus di antara ranting patah, menyisipkan cerita sekilas ada. Senyummu berkilau mengusir halimun yang tertunduk malu.

 

Ijinkan aku bersandar di tepi telaga ini. Menikmati indah pesona kelopakmu. Terpaku menatapmu. Tak mampu menjangkau meski kuingin. Sakit ini menyiksa tapi aku mencandu.

 

Kurayu mentari. Membujuknya jangan cepat berlalu. Agar ronanya menemaniku di sini. Mencumbu lentik kerlingan pelupuk kesuma. Bila rembulan mengambil tempatku, ijinkan aku sejenak terkatup. Akan kutemui engkau esok hari. Bersama riak tirta di kakimu.

 

 

Bontang, 20092018

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

A MEMORY TO REMEMBER

Jantungku berdegup melihat sosok yang berdiri di hadapan. Titan, siswa kelas X-C. Kaos olahraganya basah karena keringat. Dia…
Read More

Pencuri Waktu

Malam merambat naik. Menelan senja dalam kilau temaramnya. Aku masih disini, menunggumu kembali di sudut sunyi. Engkau yang…
Read More

Bisque

Aku menatap gadis di hadapanku. Tangannya sibuk dengan garpu, berusaha menggulung spaghetti. Saus bolognaise sedikit menciprat di baju.…
Read More

Hati Yang Lain

  Gerimis masih turun, bahkan awan gelap yang menggantung seolah menandakan masih lama hujan akan reda. Seorang lelaki…
Read More

Memeluk Melati

  Hembus angin bulan April mengalun beku. Seolah  tahu berat langkahku meninggalkanmu. Semua terjadi di luar kendali. Akupun…
Sumber gambar: hipwee.com
Read More

‘Cause I’m Precious

Haris mengoleskan obat luka di pelipis kanan Kyra. Luka itu tak terlalu dalam, namun pasti akan meninggalkan bekas.…